Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science https://ijmps.id/index.php/ijmps Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Sultan Agung Islamic University of Semarang en-US Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science 2809-6576 <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a></p> <p><strong><em>Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science (IJMPS)</em> </strong>is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.</p> Penambahan Vitamin A Meningkatkan Kapasitas Antioksidan Air Kelapa Muda : Studi Eksperimental pada Tikus yang dipapar Asap Rokok https://ijmps.id/index.php/ijmps/article/view/6 <p><strong>Latar belakang:</strong> Stress oksidatif merupakan mekanisme jejas sel akibat paparan asap rokok. Suplementasi antioksidan berupa bahan makanan yang mengandung bioaktif maupun mikronutrien diharapkan mampu mencegah kerusakan sel dan memperbaiki kerusakan pada tingkat seluler. Vitamin A dan air kelapa muda berpotensi sebagai antioksidan untuk menurunkan tingkat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan kombinasi vitamin A dan air kelapa muda dalam menurunkan tingkat stres oksidatif akibat paparan asap rokok. <strong>Metode:</strong> Penelitian eksperimental dengan desain <em>post test only control group</em>, jumlah subyek penelitian 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok secara acak. Kelompok 1 : pakan standar, kelompok 2 : pakan standar + paparan asap rokok, kelompok 3 : pakan standar + paparan asap rokok + air kelapa muda 8mL/ekor/hari, dan kelompok 4 mendapat pakan standar + paparan asap rokok+ air kelapa muda 8 mL/ ekor/hari+ vitamin A 108 IU/200 gBB/hari, Jenis pakan standar AD II sebanyak 20 g/ ekor/ hari, minum <em>ad libitum.</em> Lama penelitian 14 hari. Pemeriksaan kadar MDA dengan metode TBARS. <strong>Hasil:</strong> Rerata kadar MDA ( nmol/mL) kel. 1: 1,54 ± 0,21, kel. 2 : 9,77 ± 0,32, kel. 3: 3,77 ± 0,13, dan kel 4: 2,29 ± 0,34, setelah dilakukan uji anova didapatkan nilai p= 0,001. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar MDA kelompok tikus yang mendapat vitamin A dan air kelapa muda dibandingkan kelompok yang hanya air kelapa muda.</p> Stefani Harum Sari Ratnawati Joko Wahyu Wibowo Copyright (c) 2021 Stefani Harum Sari, Ratnawati, Joko Wahyu Wibowo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-27 2021-12-27 1 1 1 5 10.30659/ijmps.v1i1.6 ANALISIS PERBEDAAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF INA-CBG’s DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA UNTUK CHRONIC KIDNEY DISEASE PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL https://ijmps.id/index.php/ijmps/article/view/2 <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> The National Social Security System (SJSN) is a system in the health sector that aims to provide comprehensive social security in order to create a just, prosperous and prosperous society. According to WHO growth in the number of Chronic Kidney Disease in 2013 increased by 50% from 2012 even in Southeast Asia to the number of sufferers of Chronic Kidney Disease&gt; 380 million people. While in Indonesia, it has increased by 10% every year. This study aims to determine the differences between INA-CBG rates and the real costs of JKN-era Chronic Kidney Disease patients in RSISA Semarang.</em></p> <p><strong><em>Method:</em></strong><em> This research is an observational study with a retrospective analytic descriptive design with quantitative data. The method used is the Cross Sectional method that makes observations, and can describe the factors that influence the real cost of hospitals. The population was 589 patients with Chronic Kidney Disease and 238 patients and analyzed using the chi-square statistical test with p-value &lt;0.05.</em></p> <p><strong><em>Results:</em></strong><em> The results of the study that as many as 14 patients (5.9%) aged 18-28 years, as many as 50 patients (21.0%) aged 29-39 years, as many as 82 patients (34.5%) aged 40-50 years , as many as 68 patients (28.6%) aged 51-60 years, as many as 21 patients (8.8%) aged 61-70 years as many as 3 patients (1.3%) aged 71-80 years. The research results obtained a p-value of 0,000.</em></p> <p><strong><em>Conclusion:</em></strong><em> There is a Difference between Hospital Real Costs and INA-CBG's Rates for Chronic Kidney Disease in JKN Era in Semarang Hospital in 2018. There are no factors that affect the real costs in chronic kidney disease patients JKN participants in 2018 both class of care, length of treatment (LOS), and disease severity.</em></p> Indriyati Hadi Sulistyaningrum Arifin Santoso Binarti Copyright (c) 2021 Indriyati Hadi Sulistyaningrum, Arifin Santoso, Binarti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-27 2021-12-27 1 1 6 12 10.30659/ijmps.v1i1.2 PENGARUH PERAN APOTEKER TERHADAP READMISSION PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSUD. MARGONO SOEKARJO (RSMS) PURWOKERTO https://ijmps.id/index.php/ijmps/article/view/3 <p><em>Congestive Heart Failure</em> (CHF) merupakan diagnosis tertinggi pada tingkat <em>readmission</em>. Terjadinya <em>readmission</em> merupakan salah satu pelayanan kesehatan buruk pada rumah sakit, dengan keterlibatan apoteker sangat berpengaruh terhadap kejadian <em>readmission.</em> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intervensi apoteker dalam menurunkan&nbsp; tingkat readmission pada pasien CHF di RSMS.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian observasi Cohort prospektif.&nbsp; Kelompok kontrol yaitu pasien yang tidak mendapatkan intervensi oleh apoteker, kelompok intervensi&nbsp; yaitu pasien yang mendapatkan intervensi berupa edukasi konseling dan <em>follow up</em> telepon oleh apoteker di RSMS.</p> <p>Dari hasil penelitian tidak terdapat hubungan peran apoteker dengan intervensi edukasi konseling dan <em>follow up</em> telepon dengan penurunan tingkat readmission pada pasien CHF di RSUD. Margono Soekarjo (RSMS). Hal ini dibuktikan dengan nilai (p) 0.322 dan (r) 0.178. dengan demikian bahwa apoteker saja tidak cukup dalam menurunkan tingkat <em>readmission</em> pada pasien CHF perlu adanya team kolaborasi dengan tenaga kesehatan di RSMS yang sangat berpengaruh dalam menurunkan <em>readmission</em> yang berkaitan dengan penekanan biaya pengobatan kesehatan pasien.</p> Farrah Bintang Sabiti A.D. Perwitasari B Rahardjo Copyright (c) 2021 Farrah Bintang Sabiti, A.D. Perwitasari, B Rahardjo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-27 2021-12-27 1 1 13 17 10.30659/ijmps.v1i1.3 Pengaruh Variasi Konsentrasi Pada Sediaan Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L) Terhadap Uji Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus https://ijmps.id/index.php/ijmps/article/view/5 <p><strong>Latar Belakang</strong> : Bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> merupakan penyebab penyakit antara lain jerawat, bisul, impetigo,dan infeksi pada luka. Beberapa senyawa yang terkandung didalam daun kelor berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi 5%, 10%, 15% sediaan krim ekstrak etanolik daun kelor (<em>Moringa Oleifera</em> L.) yang dapat&nbsp; menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus Aureus.</em><em>&nbsp; </em><strong>Metode</strong> : Penilitian ini bersifat eksperimental dengan <em>post test only control group design.</em> Ekstraksi menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok yaitu kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), formula 5% (F1), formula 10% (F2) dan formula 15% (F3). Pengujian sifat fisik sediaan krim meliputi organoleptis, pH, daya sebar dan viskositas. Uji efektivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. <strong>Hasil</strong> : Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa pada pengujian pH didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (6,98), kelompok F1 (6,98), kelompok F2 (6,98), kelompok F3 (6,98). Uji daya sebar didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (6,5 cm), kelompok F1 (5,77 cm), kelompok F2 (6,6 cm), kelompok F3 (6,6). Uji viskositas didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (304,56 cps), kelompok F1 (302,73 cps), kelompok F2 (311,06 cps), kelompok F3 (312,06 cps), hasil uji aktivitas antibakteri didapatkan rata-rata hasil yaitu kelompok kontrol negatif (0 cm), kelompok kontrol positif (18 cm), kelompok F1 (14,6 cm), kelompok F2 (20,63 cm), kelompok F3 (25,46 cm).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> : Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan krim ekstrak daun kelor 5% mempengaruhi aktivitas antibakteri secara lemah, 10% secara sedang, 15% secara kuat dan semua sediaan krim memenuhi persyaratan uji sifat fisik.</p> <p>&nbsp;</p> Fadzil Latifah Ika Buana Januarti Nur Amalina Copyright (c) 2021 Fadzil Latifah, Ika Buana Januarti, Nur Amalina https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-27 2021-12-27 1 1 18 26 10.30659/ijmps.v1i1.5 FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA NIAT IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA) BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG https://ijmps.id/index.php/ijmps/article/view/4 <p><strong>Latar Belakang</strong> : <em>Theory of Planned Behavior</em> merupakan teori yang digunakan untuk prediksi perilaku pendekatan psikologisosial untuk pemahaman dan memprediksi beberapa faktor penentu perilaku kesehatan.<em>Theory of Planned Behavior </em>terdiri dari tiga faktor penentu yaitu sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri. Menurut teori ini, perilaku dipengaruhi oleh niat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan<em> theory of planned behavior</em> terhadap niat melakukan imunisasi MR di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. <strong>Metode</strong> : Jenis penelitian <em>analitik observasional</em> dengan rancangan <em>cross sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang membawa anaknya yang berusia 9-12 bulan yang belum diimunisasi MR awal ke puskesmas Halmahera kota Semarang. Jumlah sampel sebanyak 86 ibu dengan menggunakan <em>convenience sampling</em>. Data diperoleh melalui lembar kuesioner. Data diolah dengan menggunakan uji statistik <em>regresi linier berganda</em>. <strong>Hasil</strong> : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan sikap terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan norma subjektif terhadap niat ibu melakukan imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan persepsi pengendalian diri terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri secara bersama-sama terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). <strong>Kesimpulan</strong> : faktor yang berpengaruh pada niat imunisasi MR (<em>measles rubella</em>) berdasarkan <em>the</em><em>o</em><em>ry of planned behavior</em>di Puskesmas Halmahera Kota Semarang yaitu sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri.</p> <p>&nbsp;</p> Willi Wahyu Timur Nurul Syazwani Chilmia Nurul Fatiha Copyright (c) 2021 Willi Wahyu Timur, Nurul Syazwani, Chilmia Nurul Fatiha https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-27 2021-12-27 1 1 27 35 10.30659/ijmps.v1i1.4